• Galeri

  • Berita

  • Artikel Terbaru

Selamat Datang di Website PA Trenggalek

Diam-diam, Mantan Dirjen Badilag Terus Memantau Badilag.net


Mantan Dirjen Badilag Wahyu Widiana bersama Kabag Umum Badilag Arief Gunawansyah.

Bogor l Badilag.net

Meski sudah tidak lagi menjabat Dirjen Badilag, Wahyu Widiana ternyata diam-diam terus memantau perkembangan badilag.net.

Ketika bertemu dengan tim penulis buku peringatan 130 tahun peradilan agama di Bogor, Jumat pekan lalu, mantan orang nomor satu di Ditjen Badilag itu mengaku masih rajin membaca informasi-informasi terbaru yang tersaji di badilag.net. Tidak hanya itu, beberapa waktu lalu ia sempat ‘menyentil’ tim redaksi badilag.net lantaran berita utama di badilag.net tidak berubah lebih dari satu pekan.

“Ada kawan saya yang tanya: Kenapa berita di badilag.net tidak ganti-ganti? Dia tahunya saya ini identik dengan badilag.net. Makanya saya langsung hubungi kawan-kawan yang mengelola badilag.net,” tuturnya.

Dosen UIN Jakarta ini tidak ingin badilag.net mengalami kemunduran. Kalau bisa, badilag.net justru harus lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya. Bagaimanapun juga, badilag.net sudah terlanjur dikenal sebagai ikon keterbukaan informasi di lingkungan peradilan agama. Badilag.net juga telah menjadi ajang untuk menyalurkan kreativitas sekaligus silaturrahmi warga peradilan agama. Lebih dari itu, badilag.net adalah salah satu simbol kemajuan implementasi teknologi informasi di peradilan agama, selain SIADPA dan SIMPEG.

Pada kesempatan tersebut, konsultan AIPJ (Australia-Indonesia Partnership for Justice) itu juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada warga peradilan agama yang rajin mengirim tulisan ke badilag.net, baik dalam wujud artikel, berita, maupun suara pembaca.

Apresiasi yang sama ia berikan kepada warga peradilan agama yang selalu setia mengakses, membaca dan melontarkan komentar di badilag.net.

Masa Depan “Pojok Pak Dirjen”

Secara khusus, dalam perbincangan yang berlangsung santai itu Wahyu Widiana menyinggung soal menu “Pojok Pak Dirjen” di badilag.net.

Sebagaimana diketahui, pada satu tahun terakhir menjabat sebagai Dirjen Badilag, Wahyu Widiana secara berkala menyajikan tulisan dalam bentuk esay di badilag.net. Tulisan-tulisan tersebut ditempatkan di menu “Pojok Pak Dirjen”. Muncul perdana pada 24 Oktober 2011 dan muncul terakhir pada 24 September 2012, secara keseluruhan terdapat 48 esay yang tayang di badilag.net.

Wahyu Widiana mengusulkan agar menu tersebut tetap dipertahankan, tetapi yang mengisinya bukan ia sendiri, melainkan Dirjen Badilag yang baru. Jika usul tersebut tidak dapat dilaksanakan, ia mengusulkan agar menu “Pojok Pak Dirjen” ditiadakan.

“Tapi tetap harus ada tulisan dari Dirjen Badilag yang baru. Jika nanti Dirjen yang baru tidak sempat membuat tulisan sendiri, harus ada yang mewawancarai, lalu diketik dan ditampilkan di badilag.net,” ujarnya.

Wahyu Widiana menegaskan, gagasan dan pengalaman Dirjen Badilag perlu diketahui oleh masyarakat, khususnya warga peradilan agama. Tulisan-tulisan di badilag.net, imbuhnya, merupakan alat yang efektif dan efisien untuk melakukan pembinaan, menularkan motivasi, serta menyatukan pola pikir dan tindakan.

Galeri agar dirawat

Wahyu Widiana juga berharap agar Galeri 130 Tahun Peradilan Agama dirawat dengan baik. Galeri yang berada di lantai 6 Gedung Sekretariat MA itu merupakan museum mini yang tidak hanya dimiliki oleh Badilag, tapi juga dimiliki oleh peradilan agama seluruh Indonesia.

Dalam rangka merawat galeri ini, upaya yang perlu dilakukan Badilag adalah membentuk tim pengelola yang bertanggung jawab terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan galeri.

“Galeri ini paling pas dikelola oleh Subbag Dokumentasi dan Informasi. Sehari-hari, harus ada yang stand by di situ,” ujar Wahyu Widiana.

Setelah tim ini terbentuk, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menginventarisasi benda atau barang yang terdapat di Galeri. Langkah berikutnya adalah menambah koleksi, baik yang berasal dari Badilag sendiri maupun dari satker-satker di daerah.

Di samping itu, Tim Pengelola Galeri juga bertugas sebagai pemandu (guide) apabila ada tamu yang mengunjungi Galeri. Tim ini juga harus memastikan seluruh koleksi di Galeri terawat dengan baik.

Bikin buku lagi

Hal lain yang masih menjadi perhatian pakar ilmu falak ini adalah penyusunan buku. Ia berharap agar tahun depan Badilag menerbitkan beberapa buku yang bernilai tinggi buat peradilan agama.

Ia mendukung penyusunan buku mengenai peringatan 130 tahun peradilan agama. Buku yang merekam persiapan, pelaksanaan dan hasil-hasil perhelatan bersejarah secara detail itu rencananya akan dicetak pada bulan Maret 2013.

Buku lain yang perlu disusun Badilag tahun depan adalah buku berisi profil dan pemikiran tokoh-tokoh peradilan agama. Beberapa waktu lalu, Badilag telah menerbitkan buku berjudul “Mutiara yang Tak Terlupakan”. Namun, buku tersebut dinilai masih memiliki kekurangan karena tokoh-tokoh yang diprofilkan terbatas jumlahnya. Tokoh-tokoh yang berjasa pada peradilan agama dan profilnya belum ditulis di buku itu perlu ditulis di buku yang lain yang akan diterbitkan Badilag.

“Yang perlu diperhatikan bukan hanya proses penyusunannya, tapi juga distribusinya,” Wahyu Widiana berpesan.

(hermansyah)

 

Direktur Pembinaan Administrasi Badilag Kunjungi PA Stabat


Stabat | pa-stabat.net

Keluarga Besar Pengadilan Agama Stabat kembali menerima kunjungan tamu istimewa pada hari Jumat (21/12/2012). Kali ini yang berkenan berkunjung ke PA Stabat adalah Direktur Pembinaan Administrasi Ditjen Badilag, Drs. H. Sayed Usman, SH., MH., beserta Tohir, S.H. salah satu punggawa Timnas Siadpa Plus (Kasub. Bid. Implementasi) dengan didampingi oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan Drs. H. Soufyan M. Saleh, SH.

Maksud kedatangan Beliau bersama Tim adalah untuk melihat secara langsung implementasi Siadpa Plus di Kantor Pengadilan Agama Stabat.

Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Agama Stabat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Direktur beserta rombongan yang telah berkenan mengunjungi kantor Pengadilan Agama Stabat, berbagi informasi seputar Siadpa Plus, dan berharap dukungan dari Bapak Direktur dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan dalam mewujudkan visi dan misi Pengadilan Agama Stabat.

Seperti diketahui sebelumnya, Pengadilan Agama Stabat pada tahun ini telah berhasil meraih peringkat 8 (delapan) Nasional dalam Perlombaan Implementasi Siadpa Plus yang diadakan oleh Badilag.

Selain itu juga PA Stabat menjadi Pengadilan Agama Percontohan untuk Pengadilan Agama se Sumatera Utara dalam bidang implementasi Siadpa Plus. Hal inilah yang menjadi tujuan Pak Direktur berkunjung ke PA Stabat, sebagaimana yang disampaikan oleh Beliau saat diadakan temu ramah di Ruang Sidang Pengadilan Agama Stabat.

Pada kesempatan itu juga, Tohir, SH selaku Kasub Bid. Implementasi Tim Nasional Siadpa Plus menyempatkan membuka database Siadpa Plus PA Sabat dan menunjukan bagaimana cara Badilag memonitoring pengadilan agama dalam implementasi Siadpa Plus.

Di akhir pertemuan, Drs. H. Sayed Usman, SH., MH. menyerahkan buku Sejarah Perkembangan Siadpa "Membangun Peradilan Modern Berbasis TI" kepada Ketua Pengadilan Agama Stabat.

 

PTA Jakarta dan PTA Banjarmasin Rebut Juara Umum PTWP XV



Ketua MA, Dr. H. Hatta Ali, saat memberikan Piala kepada Ketua PTA Jakarta, Khalilurrahman dikejuaraan PTWP VX di Surabaya

Surabaya | pta-jakarta.go.id (20/12)

Berbagai prestasi dan kemajuan kembali menghinggapi lingkungan peradilan agama. Setelah sukses membangun Teknologi Informasi sebagai basis pelayanan publiknya, kini dalam dunia olahraga pun menuai  prestasi.

Dari arena kejuaraan Persatuan Tenis Warga Peradilan (PTWP) XV yang memperbutkan piala Mahkamah Agung Cup 2012 di Surabaya, dilaporkan tim putri PTWP PTA Jakarta dan tim putra PTWP PTA Banjarmasin berhasil merebut kejuaraan tenis yang diikuti empat lingkungan peradilan se Indonesia.

 

Bertanding dibawah terik matahari di Lapangan Brawijaya, Surabaya, Kamis 20 Desember 2012 tim Putri PTWP PTA Jakarta berhadapan dengan tim kuat PT Makasar. Menurunkan formasi dan strategi terbaiknya, tim putri PTA Jakarta mampu mengkandaskan tim Putri PT Makasar dengan skor meyakinkan, 2-1.

Tim PTWP PTA Jakarta sesaat setelah menerima Piala Juara I putri bersama Ketua MARI dan pimpinan MA lainnya

Pada awalnya pertandingan sempat imbang dengan skor 1-1 setelah pasangan kedua PT Makasar mampu memenangkan pertandingan. Dibabak penentuan atau partai ketiga ganda campuran (Hakim dan Pegawai), tim PTA Jakarta mampu membalikan keadaan dengan menang mudah, 8-2. Dengan kemenangan partai ketiga ini dipastikan tim Putri PTA Jakarta keluar sebagai juara untuk yang kedua kalinya.

Sementara itu, ditempat yang sama, dilaporkan tim Putra PTA Banjarmasin berhadapan dengan tim yang sebelumnya tidak diunggulkan, PT Surabaya. Dari 3 partai yang diturunkan, tim PTA Banjarmasin terlalu kuat untuk dikalahkan lawan-lawannya sehingga tidak ada perlawanan berarti. Skor telak pun didapat PTA Banjarmasin dengan skor 3-0 tanpa balas.

Kemenangan tim Putra PTA Banjarmasin ini semakin bertambah koleksi prestasi yang diraih PTA Banjarmasin dalam setahun belakangan ini. Sebelumnya diajang peringatan 130 tahun peradilan agama, PTA Banjarmasin menyabet berbagai prestasi diberbagai bidang teknologi informasi yang dihelat Badilag 2 bulan lalu.

Ketua PTA Banjarmasin, Drs. H.Djafar Abdul Muchit, SH., MH usai menerima piala sebagai juara I PTWP putra

Semakin Kaya Prestasi

Dengan kemenangan bergengsi di 2 katagori putra putri PTA Banjarmasin dan PTA Jakarta, semakin meneguhkan kembali prestasi dunia peradilan agama di bidang berbeda. Ajang 3 tahunan kejuaraan Tenis Lapangan (PTWP) 4 lingkungan peradilan seluruh Indonesia menjadi ajang pembuktian bahwa peradilan agama tak hanya unggul dalam pengembangan Teknologi Informasi namun  mampu meraih sukses dan terdepan dalam bidang yang lain yaitu olahraga. Selamat kepada dua lingkungan PTA Jakarta dan Banjarmasin!

Aday

 

Peminat Web Arabic Badilag Melampaui Versi Bahasa Indonesia

Jakarta | Badilag.net

Di penghujung tahun 2012 situs Badilag MA RI versi bahasa Arab tampak semakin diminati. Jumlah pengunjungnya menembus angka 1000 lebih, bahkan pernah melampaui jumlah pengunjung situs Badilag versi Bahasa Indonesia pada waktu yang hampir bersamaan.

Hari Senin tanggal 26 Desember 2012 Waktu Indonesia Barat menunjukkan pukul 11:58:34, jumlah pengunjung arabic.badilag.net menunjukkan angka 1.064 orang.

Selang beberapa detik kemudian, yaitu pukul 11:59 tepat, mengamati jumlah pengunjung di badilag.net versi bahasa Indonesia, tampak angka 783 tamu online.

Mengamati jumlah pengunjung arabic.badilag.net dari hari ke hari memang mengalami peningkatan jumlah (kuantitas). Namun, komentator di situs badilag versi bahasa Arab tersebut belum menunjukkan peningkatan jumlah (kualitas).

Admin arabic.badilag.net menempuh cara komunikasi dengan para pengunjung setia situs tersebut melalui media sosial berupa Facebook dan Twitter. Di Facebook ada akun Badilag Arobiyyah dan akun grup Multaqal Lughatil ‘Arobiyyah, sedangkan akun @BadilagArobiyya merupakan sarana komunikasi melalui Twitter.

 

“Peradilan di Indonesia Belum Dimuliakan”

Ansyahrul, S.H., M.Hum (Foto: Tempo.co)

Dikutip dari Badilag.net

Apakah  memang peradilan harus dimuliakan?  Dan apakah peradilan di Indonesia belum dimuliakan, sehingga harus dimuliakan?

Itulah dua pertanyaan yang dilontarkan oleh mantan Kepala Badan Penagawasan MA dan Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta Ansyahrul, SH, M.Hum ketika mengawali penyampaian materinya sebagai narasumber dengan topik Pemuliaan Peradilan dalam Acara Sosialisasi/Koordinasi Sistem Pengelolaan Pengaduan dan Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang dilaksanakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI di Hotel Aryaduta Tangerang, Selasa (11/6/ 2013).

Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, 10-13 Juni  2013 dan diikuti oleh 197 orang peserta. Mereka terdiri dari Wakil Ketua Pengadilan Tingkat Banding, Hakim Tinggi, Panitera/Sekretaris, Pejabat Pembuat Komitmen  dan Panmud Hukum Pengadilan Tingkat Banding Sewilayah I (Sumatera), sebagian  Wilayah II  dan Wilayah III  (Jawa dan Kalimntan)  dari keempat Badan Peradilan di bawah Mahkamah Agung Republik Indonesia  dan merupakan Angkatan III atau terakhir untuk tahun  2013.

Menurut Ansyahrul, kenyataannya peradilan di Indonesia belum dimuliakan, sehingga harus dimuliakan. Selain itu, kekuasaan peradilan juga belum mendiri dalam arti yang sesungguhnya karena masih dirasakan adanya intervensi dari kekuasaan lain.

Dikatakan  selanjutnya bahwa dalam  pembagian kekuasaan negara, legislatif dan eksekutif  adalah jasadnya negara.”Sedangkan yudikatif  adalah ruhnya,” ia menegaskan.

Di Indonesia, hakim masih belum  jelas statusnya.  Di satu segi dikatakan sebagai pejabat negara tertentu, namun di lain segi dianggap Pegawai Negeri Sipil.

Paradigma yang harus mulai dihilangkan ialah hakim sebagai aparat penegak hukum. Seharusnya hakim adalah hakim itu sendiri. “Makanya yang harus diperjuangkan bukan hakim sebagai pejabat negara, tetapi hakim  sebagai hakim,” tandasnya.

Ada banyak kejanggalan di Indonesia. Misalnya, dalam  urusan  kependudukan  seperti di E-KTP, jabatan hakim  tidak diakomodir.

Akibat kebebasan yang berlebihan, sidang pengadilan juga bisa disiarkan langsung. “Di Amerika Serikat, jangankan untuk disiarkan langsung, membawa  kamera saja ke dalam ruang sidang tidak diperbolehkan,” ungkapnya.

Selain Ansyahrual, nara sumber lainnya adalah Komisioner KPK Dr. Bambang Widjayanto, SH,MH. Ia menyampaikan materi berjudul “Peran Pengawasan Internal dalam Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi.”

Dr.H.Sunarto,SH.M.Hum, Inspektur Wilayah II Bawas MA, menyampaikan materi  berjudul “Pedoman Pelaksanaan Penanganan Pengaduan di Lingkungan Lembaga Peradilan dan Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan serta Pedoman Penanganan Pengaduan melalui Layanan Pesan Singkat (SMS)”.

Lilik Srihartati, SH, MH, Sekretaris Bawas MA, menyajikan materi berjudul “Reformasi Birokrasi Mahkamah Agung RI, Evaluasi LAKIP, SKI, Pakta  Intergritas dan Audit Kinerja.” Selain itu, Setyawan Hartono, SH menyampaikan materi berjudul “Tata Cara Pemeriksaan Kasus dan Penyusunan LHP”.

Di samping materi-materi tersebut, juga ada materi khusus mengenai  SIADPA  untuk peradilan agama  dan  Sistem Informasi Penulusuran Perkara (CTS)  untuk peradilan umum.   Para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menerima materi tentang pembahasan temuan BPK, BPKP dan TGR serta pembahasan masalah keuangan.

(Humas PTA Babel)

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 15

PEGAWAI


Mencari Nomor Perkara

Jajak Pendapat

Menurut Anda Bagaimana Pelayanan di PA Trenggalek
 

Khusus Anggota

Statistics

Members : 7580
Content : 165
Web Links : 6
Content View Hits : 62675

Who's Online

We have 1 guest online

Alamat Satker se-Indonesia


joomla template